- Pengelola Berita
-
Berita
Kotaku Bantu Masyarakat Terdampak Covid 19
Dampak pandemi Covid 19 memang berimbas ke semua sektor kehidupan, terutama dari sisi ekonomi banyak pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pelaku usaha mikro dan pedagang kecil yang gulung tikar serta pekerja di sektor informal mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis.
Program Cash For Work (CFW) Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dilaunching Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Kabupaten Brebes untuk membantu masyarakat terdampak covid 19.
Launching ditandai dengan penyerahan perlengkapan dan alat kerja oleh Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH kepada pekerja, di Kelurahan Gandasuli Kecamatan Brebes, Kamis (22/4).
"Saya menyambut baik dan mengucapakan terima kasih, atas program Kotaku. Tahun ini Kabupaten Brebes mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar, ada 19 kelurahan/desa penerima program dengan total dana Rp 12 Miliar," ucapnya.
Menurut Narjo, program ini dapat menambah pendapatan warga yang terdampak pandemi, dengan menggerakkan perputaran uang di desa, terlebih menjelang lebaran. Masyarakat dapat menikmati lebaran tahun ini dengan lebih semangat.
"Selain itu, program Kotaku juga dapat disinergikan dengan penanganan stunting dan desa prioritas penanganan kemiskinan Kabupaten Brebes. Utamanya dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman, sehingga target pengurangan permukiman kumuh tercapai," jelasnya.
Narjo berpesan, kepada semua pihak terkait agar dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik, pastikan tepat sasaran dan pergunakan dana dengan sebaik baiknya. Dia juga berharap, semoga tahun depan mendapatkan kembali alokasi dana yang cukup besar, karena jumlah penduduk Kabupaten Brebes terbanyak di Jawa Tengah.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah Cakra Negara menyampaikan, CFW atau Padat Karya Tunai Kotaku program dari Kementerian PUPR, di Kabupaten Brebes ada dua jenis kegiatan yaitu Kotaku di 9 desa dengan total dana Rp 9 Miliar dan padat karya baru di 10 desa dengan total dana Rp 3 Miliar.
"Bentuk kegiatan CFW yaitu pemeliharaan infrastruktur, melalui swadaya masyarakat menggunakan dana Rp 3 Miliar," terangnya.
Kalau yang Rp 9 Miliar, kata Cakra, digunakan untuk pembangunan infrastruktur baru melalui Kotaku. Ada 7 aspek umum, bisa pembangunan jalan, drainase maupun pembuatan pipa komunal, tergantung formulasi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
"Untuk kriteria pekerja, diserap dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), korban PHK dan pencari nafkah utama. Terpenting warga lokal disertai Kartu Tanda Penduduk (KTP), karena ada audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Brebes Sutaryono mengatakan, kegiatan CFW atau Padat Karya Tunai Program Kotaku sudah berjalan sejak 2017, kali ini hadir dalam rangka membantu mengatasi dampak pandemi covid 19 yang dialami masyarakat. Melibatkan sekitar 1.750 orang di 10 lokasi penerima.
"Penentuan lokasi kegiatan berdasarkan data awal kasus postif Covid 19 yang disampaikan oleh Gugus Tugas Covid 19 kepada tim pendamping Kotaku pada Oktober 2020 lalu," ucapnya.
Lanjut Sutaryono, berdasarkan data tersebut Kementerian PUPR mengalokasikan dana CTW kepada 10 kelurahan/desa yaitu Gandasuli, Banjaranyar, Pagejugan, Tengki, Pulosari, Pemaron, Laren, Langkap Penggarutan, dan Negaradaha dengan alokasi anggaran masing masing Rp 300 juta.
"Selain program CFW Kabupaten Brebes tahun ini juga mendapatkan alokasi dana reguler Kotaku di 9 kelurahan/desa yang bertujuan untuk mengurangi luasan permukiman kumuh, dengan alokasi dana masing masing sebesar Rp 1 Miliar," terangnya.
Sutaryono berharap, berharap kegiatan regular di 9 lokasi tersebut dapat mengurangi luasan kumuh 41.37 Hektar. Target pengurangan permukiman kumuh sesuai RPJMD 2017-2022 adalah 279, 5 Hektar, sedangkan capaian pengurangan kumuh sampai dengan akhir 2020 adalah 134.49 Hektar.
"Pelaksana kegiatan CFW Kotaku adalah BKM Masyarakat dan KSM sebagai mitra pemerintah kelurahan/desa. Didampingi oleh fasilitator yang dimobilisasi oleh BPPW Provinsi Jawa Tengah," ungkapnya.
Tambah Sutaryono, jumlah fasilitator pendamping Kotaku Kabupaten Brebes tahun ini sebanyak 24 orang. Personil tersebut mendampingi wilayah Kecamatan Brebes, Bumiayu, Wanasari, dan Larangan.
Penulis : Bayu Arfi
Editor : Wasdiun

