- Pengelola Berita
-
Berita
Dari Gedung Djoeang 45 hingga Astana Giribangun, DHC BPK 45 Brebes Rawat Semangat Kejuangan
Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45 Kabupaten Brebes melakukan kunjungan kerja ke DHC BPK 45 Kota Surakarta. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran pengelolaan organisasi dan napak tilas sejarah perjuangan bangsa.
Rombongan yang dipimpin Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Brebes Ir Iskandar SH MM didampingi Ketua Garda Muda DHC BPK 45 Dul Adi Noto Projo bersama sekitar 40 peserta diterima langsung Ketua DHC BPK 45 Kota Surakarta Sri Baskoro di kantor DHC BPK 45 Kota Surakarta, Jalan Mayor Sunaryo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Sabtu (16/5/2026) lalu.
Iskandar menyampaikan, kunjungan kerja dilakukan untuk memperluas wawasan organisasi sekaligus menggali pengalaman dari DHC BPK 45 Kota Surakarta dalam menjaga eksistensi organisasi pembudayaan kejuangan. Katanya, semangat perjuangan para pendahulu bangsa harus terus diwariskan melalui kegiatan nyata dan penguatan kelembagaan organisasi.
“Kami ingin belajar banyak dari Surakarta, baik tentang pengelolaan organisasi, pelestarian sejarah perjuangan, maupun pengembangan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.
Iskandar berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi referensi bagi DHC BPK 45 Kabupaten Brebes dalam mengembangkan program organisasi yang lebih aktif, mandiri, dan dekat dengan masyarakat.
Ketua DHC BPK 45 Kota Surakarta Sri Baskoro menyambut baik kunjungan rombongan dari Brebes. Menurutnya, silaturahmi dan pertukaran pengalaman menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kebangsaan dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
“Kami merasa bangga bisa menerima kunjungan dari DHC BPK 45 Kabupaten Brebes. Semoga kegiatan ini memperkuat hubungan antardaerah sekaligus menumbuhkan semangat bersama untuk terus merawat nilai-nilai perjuangan 1945,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sri Baskoro juga menjelaskan sejarah Gedung Djoeang 45 yang saat ini digunakan sebagai kantor DHC BPK 45 Kota Surakarta. Gedung tersebut merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis karena pernah menjadi bagian dari pusat aktivitas perjuangan pada masa mempertahankan kemerdekaan.
Ia menjelaskan, kompleks Gedung Djoeang 45 tidak hanya dimanfaatkan sebagai kantor organisasi, tetapi juga menjadi pusat kegiatan kebangsaan, ruang pertemuan, aula kegiatan, serta tempat penyimpanan berbagai dokumentasi dan arsip sejarah perjuangan.
“Gedung ini menjadi simbol perjuangan sekaligus pengingat agar generasi sekarang tidak melupakan sejarah bangsa. Karena itu, keberadaan gedung terus dijaga dan dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi kebangsaan, bahkan saat ini terdapat restoran dan hotel," jelasnya.
Selain itu, Sri Baskoro menerangkan bahwa DHC BPK 45 Kota Surakarta juga memiliki koperasi yang dikelola sebagai penunjang kegiatan organisasi dan upaya meningkatkan kesejahteraan anggota. Keberadaan koperasi dinilai menjadi salah satu bentuk kemandirian organisasi.
Usai melakukan kunjungan dan diskusi organisasi, rombongan DHC BPK 45 Kabupaten Brebes melanjutkan kegiatan ziarah dan doa bersama di makam Presiden ke-2 Republik Indonesia H. M. Soeharto di kompleks Astana Giribangun, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Penulis: Bayu Arfi

