SIM PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi)
KABUPATEN BREBES - (Ver. 1.0)


KABUPATEN BREBES

A. SEJARAH

Ada beberapa pendapat mengenai asal - usul nama Brebes yang di antaranya berasal dari kata di antaranya Brebes berasal dari kata "Bara" dan "Basah", bara berarti hamparan tanah luas dan basah berarti banyak mengandung air. Keduanya cocok dengan keadaan daerah Brebes yang merupakan dataran luas yang berair.Karena perkataan bara di ucapkan bere sedangkan basah di ucapkan besah maka untuk mudahnya di ucapkan Brebes. Dalam Bahasa Jawa perkataan Brebes atau mrebes berarti tansah metu banyune yang berarti selalu keluar airnya.

Nama Brebes muncul sejak zaman Mataram. Kota ini berderet dengan kota-kota tepi pantai lainnya seperti PekalonganPemalang, dan Tegal. Brebes pada saat itu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tegal.

Pada tanggal 17 Januari 1678 di Jepara diadakan pertemuan Adipati Kerajaan Mataram se Jawa Tengah, termasuk Arya Martalaya, Adipati Tegal dan Arya Martapura, Adipati Jepara. Karena tidak setuju dengan acara penandatanganan naskah kerjasama antara Amangkurat Admiral dengan Belanda terutama dalam menumpas pemberontakan Trunajaya dengan imbalan tanah-tanah milik Kerajaan Mataram, maka terjadi perang tanding antara kedua adipati tersebut. Peristiwa berdarah ini merupakan awal mula terjadinya Kabupaten Brebes dengan Bupati berwenang .Sehari setelah peristiwa berdarah tersebut yaitu tanggal 18 Januari 1678, Sri Amangkurat II yang berada di Jepara mengangkat beberapa Adipati/ Bupati sebagai pengagganti Adipati-adipati yang gugur. Untuk kabupaten Brebes di jadikan kabupaten mandiri dengan adipati Arya Suralaya yang merupakan adik dari Arya Martalaya. Pengangkatan Arya Suralaya sekaligus titimangsa pemecahan Kadipaten Tegal menjadi dua bagian yaitu Timur tetap di sebut Kadipaten Tegal dan bagian barat di sebut Kabupaten Brebes.

B. MISI

Misi merupakan rumusan umum mengenai cara atau upaya yang perlu dilakukan untuk menjamin tercapainya visi. Untuk mewujudkan visi jangka menengah Kabupaten Brebes tahun 2012-2017, maka dirumuskan 6 (enam) misi pembangunan Kabupaten Brebes, yaitu sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas berbasis pada Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ditunjang oleh pelayanan yang bermutu dan terjangkau.
  3. Meningkatkan pengembangan ekonomi kerakyatan dengan memperkuat inovasi daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat
  4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur sesuai rencana tata ruang dan Memperhatikan Kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
  5. Meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender serta pemenuhan hak anak dalam pembangunan, dan mewujudkan perlindungan sosial.
  6. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan memelihara stabiitas keamanan dan ketertiban daerah.
Penjelasan misi Kabupaten Brebes tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas berbasis pada Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Misi ini mengandung makna bahwa pendidikan di Kabupaten Brebes dikembangkan untuk meningkatkan derajad pendidikan dengan mengupayakan biaya pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat dalam rangka membangun sumberdaya manusia yang cerdas dan berprestasi, pada gilirannya akan menjadi manusia yang produktif dan berdaya saing yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan yang Maha Esa.
  2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ditunjang oleh pelayanan yang bermutu dan terjangkau. Misi ini mengandung makna bahwa pembangunan kesehatan di Kabupaten Brebes dikembangkan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana serta sumberdaya kesehatan yang tersedia, serta meningkatan manajemen pelayanan kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan dan keluarga berencana semakin bermutu dan terjangkau bagi masyarakat.
  3. Meningkatkan pengembangan ekonomi kerakyatan dengan memperkuat inovasi daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Misi ini mengandung makna bahwa pembangunan perekonomian Kabupaten Brebes berorientasi pada usaha ekonomi rakyat, meliputi sektor pertanian, perikanan dan kelautan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perindustrian, perdagangan, dan pariwisata, melalui pemberdayaan, penanggulangan kemiskinan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi.
  4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur sesuai rencana tata ruang dan Memperhatikan Kelestarian Sumber daya alam dan Lingkungan Hidup. Misi ini mengandung makna bahwa pembangunan infrastruktur wilayah Kabupaten Brebes yang mencakup sarana dan prasarana perhubungan dan transportasi, perumahan, dan prasarana umum harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
  5. Meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender serta pemenuhan hak anak dalam pembangunan dan Mewujudkan Perlindungan Sosial. Misi ini mengandung makna bahwa pembangunan di Kabupaten Brebes dilakukan secara adil baik bagi laki-laki maupun perempuan sehingga memiliki akses, peran, kontrol dan manfaat yang sama dalam berbagai bidang pembangunan. Pembangunan di Kabupaten Brebes juga dilakukan untuk pemenuhan hak-hak anak melalui pelaksanaan kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA), dan peningkatan jaminan perlindungan sosial.
  6. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan memelihara stabiitas keamanan dan ketertiban daerah. Misi ini mengandung makna bahwa dalam pelaksanaan pemerintahan Kabupaten Brebes mengedepankan partisipasi, transparansi, responsibilitas, berorientasi pada konsensus bersama, adil, efektif, efisien, akuntabel, dan penegakan supremasi hukum, sebagai sarana untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat serta kehidupan bermasyarakat yang demokratis.
C. PETA WILAYAH